Tes Photography

 Photography :
Seni atau suatu proses penghasilan gambar dan cahaya yang dipantulkan oleh objek masuk ke lensa kemudian diteruskan ke bidang film, sehingga menghasilkan gambar itulah Photography.


Ini adalah hasil tes percobaan potograpi saya, setelah di edit di photoshop. Saya bergelut di dunia photogrphy dimulai dari saya kuliah dengan mengambil jurusan Desain Grafis di Wearnes Education Center Bali. Di jurusan saya ini berpacu tentang desain grafis, contoh : Editing Video, Editing Foto, Desain Logo, terutama Photography dan semua yang berkaitan dengan Desain dan Multimedia.
Di antara semuanya cuma Photography yang saya paling sukai dan selanjutnya di edit dengan Photoshop.
  Sumber Foto : Koleksi Pribadi

Dalam seni rupa, fotografi adalah proses pembuatan lukisan dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera.
Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan 

 sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

   Sumber Foto : Koleksi Pribadi
Untuk menghasilkan ukuran cahaya yang tepat untuk menghasilkan bayangan, digunakan bantuan alat ukur lightmeter. Setelah mendapat ukuran cahaya yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur cahaya tersebut dengan mengatur ASA (ISO Speed), diafragma (aperture), dan penggunaan filter.

Foto Model

memotret model (modeling photography), teknik dasarnya hampir sama dengan memotret obyek lainnya, hanya memiliki perbedaan khusus. Perbedaannya tentu saja seperti yang udah aku tulis tadi, adalah pada obyek yang kita foto, yaitu ‘manusia’ baik itu lelaki ataupun wanita, kecil dewasa maupun tua. Banyak sekali unsur yang mempengaruhi hasil kita ketika memotret manusia.
potretlah obyek kita sejajar dengan obyeknya. Jangan gunakan low angle atau dari atas. Dengan begitu, foto yang kita hasilkan akan sama dengan obyek yang kita foto. Memang, low angle tepat untuk model pria (man model) dan akan membuat si model yang kita foto menjadi lebih tinggi dan gagah.
 Sumber Foto : Koleksi Pribadi
 Namun, untuk foto fashion hal ini kurang tepat karena akan terjadi distorsi pada pakaian yang digunakan si model. Untuk foto model, kita harus jeli dengan detil si model. Terkadang, pada wajah atau badan model memiliki spesifikasi tertentu. Kadang, ada model yang di foto dari kiri kurang bagus, tapi jika di foto dari kanan akan lebih ganteng atau cantik. Perhatikan detil si model, mulai dari rambut sampai ujung kaki. Sehingga, berhati-hatilah dengan angle dan komposisi ini. Pikirkan dengan baik tema yang akan kita inginkan!
  Sumber Foto : Koleksi Pribadi

Selanjutnya untuk foto fashion, sudah cukup tepatkah warna/tone pakaian (fashion) yang dikenakan oleh si model? Berdasarkan pengalaman saya, berhati-hatilan soal ini. Jangan sampai warna baju atau pakaian yang seharusnya menjadi jualan konsumen kita berubah warnanya. Bisa marah-marah nanti konsumen kita!
Foto Macro
  Sumber Foto : Koleksi Pribadi
 teknik foto dengan membesar obyek yang sangat kecil dengan bantuan lensa makro. Sedangkan menurut saya secara pribadi foto makro bukan hanya sekedar teknik membesarkan gambar tapi juga menangkap seni keindahan dari obyek yang kita besarkan tadi. Misal motret makro semut, foto makro bukan hanya membesarkan foto semut jadi gede, tapi menangkap keindahan dari semut2 tadi apakah mereka lagi gandengan, makan, pacaran, nyante, nari, dangdutan dll. Gimana caranya? Itulah yang sulit.. nungguin mereka.
:D Sumber Foto : Koleksi Pribadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar